MALUKU — Samarinda — Rumah Savia, warga Jalan Rumbia 2, Samarinda, kini terang. Keluarganya menjadi salah satu dari 65 penerima sambungan listrik baru dari program Light Up The Dream (LUTD) yang digagas PLN UID Kaltimra. Sebelumnya, Savia dan puluhan keluarga lain di sekitarnya harus bergantung pada penerangan seadanya, yang membatasi aktivitas anak-anak belajar di malam hari dan menghambat produktivitas ekonomi keluarga. Sumber Dana dari Zakat Pegawai PLN
Program LUTD bukan sekadar bantuan sosial biasa. Pendanaannya berasal dari pengumpulan zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN yang dikelola YBM PLN. General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, menyebut program ini adalah wujud amanah dari pegawai untuk masyarakat.
“Melalui YBM PLN, amanah zakat, infak, dan sedekah dari pegawai PLN kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap setiap sambungan listrik yang terpasang dapat mendukung aktivitas keluarga, meningkatkan produktivitas, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi penerima,” ujar Chaliq dalam keterangannya, Kamis (6/8/2026). Dukungan Pemerintah dan DPR
Penyalaan simbolis yang dilakukan di kediaman Savia turut dihadiri Anggota Komisi XII DPR RI Syafruddin dan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan bahwa pemerataan listrik membutuhkan kolaborasi lintas sektor, tidak bisa jalan sendiri.
Syafruddin menilai program seperti LUTD adalah fondasi pembangunan daerah. “Kolaborasi seperti inilah yang perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat dapat menikmati listrik sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendorong pembangunan daerah,” tegasnya.
Senada, Saefuddin Zuhri menyoroti dampak langsung listrik terhadap keseharian warga. Menurutnya, akses listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan rasa aman dan kesempatan anak-anak belajar lebih nyaman.
“Pemerintah Kota Samarinda mengapresiasi kepedulian PLN dan YBM PLN yang terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Semoga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya,” katanya. Melengkapi Program Elektrifikasi Nasional
LUTD berjalan berdampingan dengan program strategis pemerintah seperti Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Listrik Desa (Lisdes). Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mengejar target pemerataan elektrifikasi yang masih menyisakan kantong-kantong masyarakat belum terjangkau, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Bagi Savia, sambungan listrik ini mengubah rutinitas keluarganya. Aktivitas rumah tangga lebih mudah, dan yang paling penting, anak-anaknya kini bisa belajar dengan penerangan memadai. PLN UID Kaltimra berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan DPR RI dan pemerintah daerah untuk memperluas jangkauan listrik di kedua provinsi tersebut, memastikan semakin banyak keluarga merasakan dampak energi listrik bagi kesejahteraan.