AMBON — Kepala Disnakertrans Provinsi Maluku M. Rizal Latuconsina mengingatkan calon pencari kerja agar tidak mudah percaya pada informasi yang beredar lewat media sosial, pesan berantai, maupun oknum yang mengaku perwakilan lembaga atau perusahaan. Setiap informasi terkait pelatihan dan rekrutmen tenaga kerja Blok Masela wajib dikonfirmasi terlebih dahulu ke Disnakertrans Maluku atau Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota setempat.
"Saya ingin menginformasikan kepada masyarakat dan calon pencari kerja Blok Masela agar berhati-hati dengan setiap informasi yang saat ini berkembang di masyarakat. Setiap informasi terkait pelatihan maupun rekrutmen tenaga kerja harus dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Disnakertrans Maluku atau kantor Dinas Tenaga Kerja kabupaten/kota setempat," katanya di Ambon, Sabtu.
Modus Pencatutan Nama Instansi dan Permintaan Uang
Rizal mengungkapkan, sudah ada pihak yang mencatut nama Disnakertrans dalam informasi mengenai pelatihan atau penerimaan tenaga kerja. Padahal, dinas belum menjalin kerja sama dengan institusi mana pun untuk kebutuhan proyek tersebut.
Ia meminta masyarakat waspada terhadap tawaran yang meminta sejumlah uang, data pribadi, maupun dokumen penting atas nama rekrutmen Blok Masela. Langkah ini penting untuk mencegah munculnya korban akibat informasi sesat.
Target 60 Persen Tenaga Kerja Lokal pada Tahap Konstruksi
Di tengah peringatan tersebut, Disnakertrans Maluku terus menyiapkan strategi agar warga setempat menjadi bagian utama pengembangan Blok Masela. Salah satu targetnya, melibatkan 60 persen tenaga kerja lokal pada tahap konstruksi proyek strategis nasional itu.
"Kita ingin masyarakat lokal bukan hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pengembangan Blok Masela. Karena itu, persiapan tenaga kerja harus dilakukan sejak sekarang," ujar Rizal.
Pelatihan Vokasi dan Program Shadowing untuk Tenaga Lokal
Beberapa langkah disiapkan untuk mencapai target tersebut. Penguatan pelatihan vokasi sektor minyak dan gas menjadi prioritas, termasuk rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) khusus migas.
Disnakertrans juga mendorong skema alih teknologi melalui program shadowing. Tenaga kerja lokal akan ditempatkan mendampingi tenaga ahli sehingga terjadi transfer pengetahuan dan keterampilan secara langsung. "Melalui shadowing kita berharap tenaga kerja lokal tidak hanya bekerja, tetapi juga mendapatkan pengalaman dan keahlian dari tenaga ahli sehingga kemampuan mereka dapat terus meningkat," jelasnya.
Pengawasan K3 dan Proyek Senilai Rp 20,9 Miliar Dolar AS
Disnakertrans Maluku akan mengawal penerapan norma ketenagakerjaan serta standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hal ini untuk memastikan tenaga kerja mendapatkan perlindungan dan hak sesuai ketentuan yang berlaku.
Blok Masela merupakan salah satu wilayah kerja minyak dan gas bumi terbesar di Indonesia yang berada di Laut Arafura, sebelah selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Proyek pengembangan Lapangan Abadi di Blok Masela memiliki nilai investasi sekitar 20,9 miliar dolar AS dan ditargetkan mulai berproduksi pada 2029-2030.
Proyek yang dipimpin INPEX Masela Ltd. sebagai operator, bersama PT Pertamina Hulu Energi dan Petronas Masela Sdn. Bhd. tersebut ditargetkan memproduksi gas alam dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional.