AMBON — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Maluku mencatat deflasi bulanan 0,75 persen pada Juli 2026, berbanding terbalik dengan inflasi 1,49 persen pada bulan sebelumnya. Penurunan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama deflasi dengan andil mencapai 0,71 persen.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Maluku Surya Alamsyah di Ambon, Selasa, menyebut penurunan harga komoditas ikan pelagis kecil seperti ikan layang dan ikan selar menjadi pendorong utama. Kondisi cuaca yang relatif kondusif serta pemanfaatan rumpon di perairan pesisir disebut meningkatkan hasil tangkapan nelayan skala kecil.
Harga Bawang Merah dan Tomat Ikut Terkoreksi
Tak hanya ikan, harga komoditas hortikultura seperti bawang merah dan tomat juga mengalami penurunan. Hal ini terjadi seiring berlangsungnya masa panen di sejumlah sentra produksi dan meningkatnya pasokan dari luar Provinsi Maluku.
Secara spasial, deflasi terdalam terjadi di Kota Ambon yang mencapai 1,14 persen (month to month/mtm). Kabupaten Maluku Tengah juga mencatat deflasi sebesar 0,26 persen (mtm), sementara Kota Tual masih mengalami inflasi tipis 0,13 persen (mtm).
Bagaimana TPID Menjaga Harga Pangan ke Depan?
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan pengendalian inflasi terus dioptimalkan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Penguatan dilakukan pada empat pilar utama atau 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
Pada aspek keterjangkauan harga, pemerintah gencar melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara untuk menjaga pasokan, pemerintah mendorong implementasi Program Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS) serta penyaluran alat dan mesin pertanian.
“Penguatan penyerapan gabah oleh Bulog juga terus dilakukan,” ujar Surya Alamsyah dalam keterangannya.
Distribusi Antarwilayah Jadi Kunci
Optimalisasi distribusi pangan antarwilayah dan penguatan koordinasi antarinstansi terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pasokan. TPID secara rutin menggelar rapat koordinasi, pemantauan harga, dan inspeksi pasar guna mendukung pengambilan kebijakan pengendalian inflasi secara tepat waktu.
Dengan terjaganya inflasi tahunan di rentang sasaran, daya beli masyarakat Maluku diharapkan tetap stabil. BI memproyeksikan tren penurunan harga ini dapat berlanjut jika pasokan komoditas pangan utama tetap lancar hingga akhir tahun.