AMBON — Kapal Yuni Bahari yang tengah dalam pelayaran dari Kota Ambon menuju Pulau Banda Neira mengalami insiden kebocoran di perairan selatan Pulau Run, Kabupaten Maluku Tengah, pada Sabtu (1/8/2026) siang. Tim SAR Gabungan yang menerima laporan langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengevakuasi kelima awak kapal dalam kondisi selamat.
Koordinator Pos SAR Banda, Ezau Risamasu, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut laporan awal kondisi membahayakan keselamatan jiwa itu diterima pada pukul 12.55 WIT dari seorang saksi bernama Robo.
Perjalanan 16,3 Mil Laut Menuju Titik Kejadian
Setelah laporan diterima, tim langsung memberangkatkan personel menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) menuju titik koordinat yang diberikan. Jarak tempuh dari pos SAR menuju lokasi kejadian mencapai 16,3 mil laut dengan arah haluan 242,82 derajat menuju barat daya.
Proses pencarian dan evakuasi berlangsung tanpa hambatan berarti. Kapal yang ditemukan dalam kondisi bocor itu kemudian didampingi Tim SAR Gabungan untuk melanjutkan perjalanan hingga tiba dengan selamat di Pelabuhan Rakyat Banda Neira.
Seluruh Awak Kapal Dipulangkan ke Keluarga
Kelima awak kapal yang dievakuasi langsung diserahkan kepada pihak keluarga setelah kapal merapat di pelabuhan. Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam insiden kebocoran yang terjadi di perairan yang dikenal memiliki arus cukup kuat tersebut.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kapal sebelum berlayar, khususnya untuk rute antar pulau di wilayah Maluku yang kerap dihadapi cuaca dan kondisi laut yang berubah-ubah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti kebocoran serta kondisi terkini Kapal Yuni Bahari pasca-evakuasi. Pos SAR Banda masih melakukan pendataan dan koordinasi lebih lanjut terkait insiden pelayaran tersebut.