AMBON — Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Sadali Ie, menegaskan bahwa pencanangan ini bukan sekadar seremoni. Dalam sambutan yang mewakili Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, ia menyebut momentum itu menjadi penguat tekad untuk terus mengukir prestasi bagi kemajuan daerah dan bangsa.
"Pencanangan ini bukan sekadar menandai kemeriahan perayaan, tetapi menjadi penguat tekad dan semangat kita untuk terus bekerja mengukir prestasi bagi kemajuan Indonesia dan Maluku," ujar Sadali di hadapan peserta yang memadati tribun.
Gerakan Nasional yang Digaungkan di Maluku
Gerakan Indonesia Aktif merupakan program nasional yang bertujuan membudayakan olahraga di tengah masyarakat. Sadali menekankan bahwa kesehatan menjadi modal utama pembangunan daerah.
"Dengan masyarakat yang sehat dan aktif, kita akan mampu membawa Provinsi Maluku berlari lebih cepat menuju kemajuan," tegasnya.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perguruan tinggi, instansi vertikal, hingga tokoh agama dan masyarakat, untuk menjadi motor penggerak gerakan ini di lingkungan masing-masing.
Apresiasi KORMI: Olahraga untuk Mempererat Persaudaraan
Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Maluku atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan wujud komitmen membangun masyarakat yang sehat, bugar, produktif, dan berkarakter.
"Kami meyakini bahwa peringatan hari besar nasional dan hari jadi daerah tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga kegiatan yang mempererat persaudaraan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta membudayakan pola hidup sehat," ujar Maya.
Rangkaian Kegiatan dan Harapan ke Depan
Sadali Ie berharap seluruh perlombaan yang disiapkan tidak dimaknai semata sebagai ajang kompetisi. Ia ingin kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi dan membangkitkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Acara pencanangan turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, staf ahli gubernur, para asisten sekda, pimpinan BUMN/BUMD, pengurus cabang olahraga, serta para guru dan siswa dari berbagai jenjang pendidikan se-Kota Ambon.