AMBON — Sebanyak 17 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon resmi mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026. Pelatihan yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah ini berlangsung selama lebih dari empat bulan, mulai 3 Agustus hingga 11 Desember 2026.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Ambon, Steven Dominggus, menyebut agenda ini menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas aparatur sipil negara, khususnya pejabat yang memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari penguatan kompetensi kepemimpinan strategis bagi pejabat di lingkungan Pemkot Ambon,” ujar Steven saat dihubungi dari Ambon, Minggu (2/8/2026).
Keikutsertaan para pejabat tersebut telah ditetapkan melalui Surat Tugas Wali Kota Ambon Nomor 800.1.11.1/3618/SETKOT tertanggal 28 Juli 2026. Dalam surat tugas itu ditegaskan, seluruh peserta wajib mengikuti setiap tahapan pelatihan hingga selesai serta menaati seluruh ketentuan yang berlaku.
Para peserta juga diwajibkan mematuhi kode etik, tata tertib, dan seluruh arahan dari tenaga pengajar maupun penyelenggara. Mereka diminta menyesuaikan pelaksanaan tugas kedinasan sehari-hari dengan jadwal pendidikan yang telah ditetapkan agar proses pemerintahan tetap berjalan optimal.
PKN Tingkat II tahun ini menggunakan metode blended learning, memadukan pembelajaran daring dan tatap muka. Metode ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas proses pembelajaran sekaligus memperkuat kemampuan kepemimpinan para peserta dalam menghadapi dinamika birokrasi modern.
“Pelatihan ini menggunakan metode blended learning dan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pejabat dalam menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan publik,” katanya.
Adapun 17 pejabat eselon II Pemerintah Kota Ambon yang mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan XXVIII Tahun 2026 terdiri atas:
Menurut Steven, keikutsertaan para pejabat dalam PKN Tingkat II diharapkan tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga menghasilkan inovasi yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, mempercepat reformasi birokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini para pejabat dapat bekerja lebih profesional, responsif, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan PKN Tingkat II tersebut, Pemkot Ambon menegaskan komitmennya untuk terus membangun sumber daya aparatur yang memiliki kompetensi kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan tantangan birokrasi yang semakin kompleks, serta mendorong terciptanya pelayanan publik yang semakin efektif, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.