SERAM BAGIAN TIMUR — Dua guncangan kuat dirasakan warga Seram Bagian Timur dalam rentang waktu kurang dari dua menit, Sabtu (1/8/2026) dini hari. Gempa utama berkekuatan Magnitudo 5,5 terjadi pukul 03.18 WIB, disusul gempa kedua berkekuatan M 5,4 pada pukul 03.19 WIB.
BMKG melalui kanal resmi @infobmkg di X merilis bahwa episentrum gempa pertama berada di koordinat 2.81 Lintang Selatan dan 130.22 Bujur Timur. Lokasinya berjarak 44 kilometer Barat Laut Seram Bagian Timur dengan kedalaman 11 kilometer.
Gempa susulan yang menyusul satu menit kemudian tercatat di koordinat 2.86 LS dan 130.23 BT. Pusatnya lebih dekat ke daratan, yakni 39 kilometer Barat Laut Seram Bagian Timur, dengan kedalaman 16 kilometer.
Meski terjadi beruntun, BMKG memastikan kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat kejadian ini.
Kedalaman hiposenter yang kurang dari 20 kilometer menandakan gempa ini termasuk kategori dangkal. Gempa dangkal umumnya menghasilkan getaran yang lebih kuat dirasakan di permukaan dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo serupa, meskipun dampak kerusakan sangat bergantung pada kualitas bangunan dan kondisi tanah setempat.
Wilayah Maluku sendiri merupakan kawasan seismik aktif karena berada di zona pertemuan lempeng tektonik yang kompleks. Masyarakat pesisir diimbau tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan yang umum terjadi setelah guncangan utama.
BMKG mengingatkan warga untuk tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa atau tsunami. Informasi resmi hanya bersumber dari kanal BMKG, baik melalui media sosial, situs web, maupun aplikasi mobile.
Masyarakat juga diminta memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing. Jika ditemukan retakan struktural yang membahayakan, segera laporkan kepada aparatur desa atau kelurahan setempat untuk penanganan lebih lanjut.