IHSG Berpotensi Melemah, Pasar Cermati Sikap The Fed dan Transisi Kepemimpinan BI

Penulis: Mustofa Kamal  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 14:13:31 WIB
IHSG dibayangi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri pada perdagangan hari ini, dengan investor disarankan mencermati level support 6.130.

JAKARTA — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibayangi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri. Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menyarankan investor untuk wait and see dan mencermati pergerakan IHSG di area support 6.130.

“Investor yang telah memperoleh keuntungan disarankan menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila IHSG menembus level tersebut,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Keputusan Suku Bunga The Fed dan Ketegangan Timur Tengah

Dari mancanegara, pasar bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga acuan Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada Rabu waktu AS. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga, meskipun sebagian masih melihat peluang kenaikan jika tekanan inflasi kembali meningkat.

“Investor akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan moneter ke depan,” jelas Liza.

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah sementara mereda setelah AS dan Iran mempertahankan jeda konflik. Penurunan harga minyak mencerminkan meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi. Namun, Presiden AS Donald Trump kembali memperingatkan bahwa serangan militer terhadap Iran dapat dilanjutkan jika negosiasi gagal.

Transisi Kepemimpinan BI dan Sikap Pelaku Usaha

Dari dalam negeri, sentimen investor masih dibayangi ketidakpastian menyusul pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Hal ini mendorong pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati dan memperhatikan transisi kepemimpinan di bank sentral.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan mayoritas pelaku usaha masih menerapkan strategi wait and see pada semester II-2026 dan menunda ekspansi baru di tengah ketidakpastian permintaan domestik maupun global.

Sementara itu, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan kebutuhan Crude Palm Oil (CPO) untuk program mandatori B50 akan meningkat menjadi 16-17 juta ton pada 2027 seiring penerapan penuh kebijakan tersebut.

Kinerja Bursa Global dan Regional

Pada perdagangan Selasa, bursa Eropa kompak menguat. Euro Stoxx 50 naik 0,24 persen, FTSE 100 Inggris menguat 0,83 persen, DAX Jerman naik 0,41 persen, dan CAC 40 Prancis menguat 0,63 persen.

Bursa Wall Street variatif: S&P 500 menguat 0,20 persen ke 7.429,22, Nasdaq Composite melemah 0,20 persen ke 24.876,91, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,00 persen ke 52.747,53.

Bursa Asia pagi ini mayoritas melemah. Nikkei turun 1,30 persen ke 61.556,00, Shanghai melemah 0,33 persen ke 3.800,45, Kospi ambles 5,08 persen ke 6.715,54, dan Strait Times melemah 0,33 persen ke 5.635,26. Indeks Hang Seng justru menguat 1,43 persen ke 25.673,72.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top