Modena Energy dan Anak Usaha Ancora Group Resmikan PLTS Atap 307,5 kWp di Cikampek, Potong Emisi 360 Ton CO2 Per Tahun

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:11:01 WIB
Modena Energy bersama anak usaha Ancora Group meresmikan PLTS Atap berkapasitas 307,5 kWp di Cikampek.

MALUKU — PLTS Atap di pabrik PT MNK ini tidak sekadar tempelan. Sistemnya menggunakan skema on-grid, yaitu panel surya terintegrasi langsung dengan jaringan listrik PLN. Pada siang hari, seluruh operasional pabrik dipasok dari tenaga surya. Saat matahari redup atau beban melonjak, pasokan dari PLN otomatis mengambil alih tanpa jeda.

Skema ini menjamin stabilitas daya yang dibutuhkan industri manufaktur sekaligus menekan biaya listrik jangka panjang. "Integrasi PLTS tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menawarkan efisiensi biaya operasional dan keandalan pasokan," ujar Agiya Fersya, Head of Modena Energy, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Potong Emisi Setara 360.000 Kg CO2 per Tahun

Dari sisi lingkungan, proyek ini diperkirakan memangkas emisi karbon global hingga 360.000 kilogram CO2 setiap tahun. Angka tersebut setara dengan penanaman ribuan pohon atau pengurangan ribuan kendaraan bermotor dari jalan raya. Bagi Ancora Group, langkah ini menjadi pilot project untuk memperluas energi bersih ke seluruh lini bisnis.

General Manager Manufacture PT Multi Nitrotama Kimia, Susilo Yuwono, menegaskan bahwa implementasi PLTS Atap ini merupakan langkah awal yang krusial. "Proyek ini tidak sekadar mengejar efisiensi operasional dan pengurangan biaya kelistrikan. Tujuan utamanya adalah menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan menjadi pilar pembangunan industri berkelanjutan," katanya.

Industri Jadi Motor Utama Penambahan PLTS Atap Nasional

Data Indonesia Solar Energy Outlook (ISEO) 2025 mencatat, sektor industri menjadi penggerak utama penambahan kapasitas PLTS atap di dalam negeri. Hingga akhir Juli 2024, kontribusinya mencapai 104 MWp baru. Angka ini membuktikan bahwa dekarbonisasi dan efisiensi energi telah menjadi arus utama di dunia bisnis, bukan sekadar wacana.

Modena Energy memposisikan diri sebagai mitra yang siap menghadirkan solusi energi surya secara komprehensif bagi pelaku usaha. Dengan peresmian di Cikampek ini, mereka berharap lebih banyak perusahaan manufaktur lain ikut beralih ke energi bersih. Langkah ini sejalan dengan target pemerintah yang mengejar bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top