PLN Maluku Latih 39 KK di Ambon Kelola Sampah, Hasil Penjualannya Bisa untuk Bayar Rekening Listrik

Penulis: Nurul Huda  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 18:47:01 WIB

Warga RT binaan PLN Peduli menyetorkan sampah anorganik yang sudah dipilah ke Beta Bank Sampah. Sampah ditimbang dan dinilai sesuai harga pasar, kemudian hasilnya dicatat sebagai tabungan. Tabungan itu dapat digunakan untuk membantu pembayaran rekening listrik setiap bulan. General Manager PLN UIW Maluku dan Maluku Utara, Noer Soeratmoko, mengatakan program ini dirancang agar manfaat ekonomi langsung dirasakan masyarakat.

“Melalui program PLN Peduli, kami tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membangun kapasitas masyarakat agar mampu menciptakan solusi secara mandiri. Pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi peluang ekonomi sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Noer di Ambon, Sabtu (25/7/2026).

Pelatihan Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Sebelum program berjalan, warga mendapat pelatihan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah menjadi eco enzyme dan kompos, sementara sampah anorganik dikelola lewat mekanisme bank sampah. Instruktur I Wayan Yuli Ekayani mendampingi proses pengolahan agar hasil olahan memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Pelatihan ini merupakan langkah lanjutan setelah warga sebelumnya dibekali tempat sampah organik dan anorganik, tong komposter, serta tempat sampah umum. Sampling data sampah dan workshop pembuatan produk berbasis sampah juga sudah dilakukan. Total 39 KK di RT 003/RW 002 terlibat dalam seluruh rangkaian pembinaan.

Membangun Kemandirian Masyarakat

PLN menargetkan program ini mendorong ekonomi sirkular di tingkat rumah tangga. Sampah yang tadinya berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) kini menjadi sumber daya bernilai. Noer menambahkan, keberhasilan TJSL tidak diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari kemampuan masyarakat melanjutkan program secara mandiri.

“PLN percaya bahwa keberhasilan program TJSL bukan hanya diukur dari kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari kemampuan masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan program tersebut secara mandiri. Inilah bentuk nyata komitmen PLN untuk tumbuh bersama masyarakat dan menghadirkan manfaat berkelanjutan,” tutup Noer.

Dengan pendampingan berkelanjutan, RT Binaan PLN Peduli di Wailette diharapkan menjadi percontohan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di wilayah Maluku lainnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top