MASOHI — Hadijah Tihurua, warga Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, mengatakan suaminya sudah dirawat di RSUD Masohi sejak Sabtu lalu. Selama perawatan, hampir setiap kali dokter memberikan resep, pihak keluarga diminta membeli obat di apotek di luar rumah sakit.
“Kami masuk menggunakan BPJS, tetapi hampir setiap resep dari dokter harus dibeli di luar. Selama dirawat kami sudah beberapa kali membeli obat, bahkan hampir setiap hari,” ujar Hadijah kepada wartawan, Senin (17/6).
Hadijah mengaku bingung dengan kondisi tersebut. Ia mempertanyakan penyebab obat yang dibutuhkan pasien kerap tidak tersedia di rumah sakit daerah. “Di tengah kondisi ekonomi yang sulit, tentu ini menjadi beban tambahan bagi keluarga pasien,” katanya.
Pantauan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Masohi menunjukkan sejumlah keluarga pasien terlihat keluar masuk apotek di sekitar rumah sakit. Mereka membeli obat yang tidak tersedia di instalasi farmasi rumah sakit. Praktik ini sudah berlangsung berulang kali, menurut warga.
Hadijah berharap Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Ia meminta agar sistem penyediaan obat di RSUD Masohi dievaluasi sehingga pelayanan kepada peserta BPJS Kesehatan dapat berjalan optimal.
Ia juga mengaku pernah mendengar informasi bahwa biaya obat yang dibeli di luar rumah sakit akan diganti. Namun hingga kini, keluarganya belum pernah merasakan adanya penggantian biaya tersebut.
“Kami minta pemda bertindak. Jangan sampai warga yang sudah susah harus tambah terbebani,” ujar Hadijah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen RSUD Masohi maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan keluarga pasien. Perkembangan mengenai persoalan ini akan terus dipantau mengingat pelayanan kesehatan yang optimal merupakan kebutuhan dasar masyarakat.