Pencarian

Margherita Ferrari Bawa Debut "Föa" ke Busan, Sorrentino Jadi Produser

Jumat, 09 Oktober 2026 • 18:05:01 WIB
Margherita Ferrari Bawa Debut
Sutradara Margherita Ferrari membawa film debutnya "Föa – Once Upon a Future" ke Busan International Film Festival.

MALUKU — Sutradara debutan asal Italia, Margherita Ferrari, membawa film perdananya "Föa – Once Upon a Future" ke Busan International Film Festival. Film bergenre drama coming-of-age ini sekaligus menandai debut Paolo Sorrentino sebagai produser melalui rumah produksinya, Numero 10. Kisahnya berlatar Genoa pada Juli 2001, saat KTT G8 berujung bentrokan mematikan antara demonstran dan polisi.

Film "Föa – Once Upon a Future" mengangkat sudut pandang berbeda dari peristiwa KTT G8 di Genoa yang menjadi titik balik gerakan anti-globalisasi. Alih-alih menyorot kerusuhan secara langsung, Ferrari memilih pendekatan fabel yang lebih intim dan surealis.

Ceritanya berpusat pada Nicole, gadis 18 tahun yang tengah hamil delapan bulan. Ia membawa tiga demonstran ke dalam rumahnya, sebuah keputusan yang mempertemukan kehidupan pribadinya dengan gejolak sejarah di luar sana.

Sinopsis dan Pendekatan Naratif

Ferrari mengaku terinspirasi dari ingatannya sendiri saat masih berusia empat tahun. Kala itu, ia harus berlindung di dalam rumah dengan jendela tertutup rapat karena asap dan keributan di luar.

Kenangan itu kembali muncul saat pandemi, ketika rasa terisolasi dan ketidakberdayaan menghampirinya lagi. "Saya selalu merasakan semacam kekecewaan terhadap batas kekuatan saya sendiri," ujarnya kepada Variety.

Judul "Föa" sendiri berasal dari dialek Genoa yang berarti "cerita" atau "dongeng". Ferrari dan tim penulisnya sengaja melebur sejarah besar dengan kisah fiktif untuk menyampaikan kebenaran realitas lewat metafora dan sinema.

Kata Sorrentino soal Debutnya sebagai Produser

Paolo Sorrentino menyatakan bahwa film ini berangkat dari luka yang tak pernah benar-benar sembuh. Menurutnya, Ferrari mengubah memori Genoa menjadi sesuatu yang intim dan seperti mimpi.

"'Föa' dimulai dengan luka yang sejarah tidak pernah benar-benar berhasil menutupnya," kata Sorrentino dalam pernyataannya kepada Variety.

Ia menambahkan bahwa masa lalu diam-diam kembali untuk mempertanyakan masa depan. Sorrentino juga menyebut keterlibatannya di proyek ini sebagai langkah awal Numero 10 dalam mendukung para penulis baru.

"Di saat imajinasi perlu dilindungi, mendukung penulis baru dan visi khas mereka terasa lebih penting dari sebelumnya," ujarnya.

Sorrentino mengaku bangga karena Numero 10 memulai perjalanan ini lewat film yang disampaikan melalui sudut pandang perempuan yang kuat. Menurutnya, kisah tersebut mengingatkan bahwa meski masa depan tampak hilang, ia mungkin masih menunggu.

Dari Tugas Kuliah ke Festival Internasional

Proyek "Föa" awalnya adalah film pendek kelulusan Ferrari di Centro Sperimentale, sekolah film di Roma. Dari situ, ia mendapat kesempatan mempresentasikan versi panjangnya kepada Sorrentino.

Ferrari mengaku Sorrentino sangat terlibat dalam fase penulisan awal dan proses penyuntingan. Namun, ia tidak banyak turun ke lokasi syuting dan hanya sesekali mampir untuk menyapa.

Film ini dibintangi talenta-talenta muda seperti Gaia Ravina, Clara Tramontano, Iker Urgoiti, dan Gabriele Falsetta. Produksinya digarap bersama The Apartment dan PiperFilm, sementara PiperPlay menangani penjualan internasional.

Relevansi Cerita di Masa Kini

Meski berlatar 2001, Ferrari menegaskan filmnya sebenarnya berbicara tentang masa depan dan hari ini. Anak yang dikandung Nicole dalam cerita itu kini berusia sekitar 25 atau 26 tahun.

Pertanyaan yang ia bawa sama dengan yang dihadapi generasi sekarang: masa depan seperti apa yang menanti. Ferrari berharap filmnya tidak hanya memunculkan pertanyaan, tetapi juga memberi ruang bagi penonton untuk membayangkan kemungkinan yang lebih baik.

Kehadiran "Föa – Once Upon a Future" di Busan menambah daftar film Eropa yang mencuri perhatian di kancah festival Asia. Kolaborasi Sorrentino dan Ferrari menjadi sinyal bahwa rumah produksi besar mulai memberi ruang lebih luas bagi suara-suara baru.

Follow www.kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks