MALUKU — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,88% ke level 6.031 pada perdagangan terakhir, dengan tekanan jual yang meningkat di hampir seluruh sektor. Analis teknikal memperkirakan indeks masih berpeluang menguji area gap di 6.227–6.231, namun risiko koreksi lanjutan ke 5.850–5.911 terbuka jika level 5.973 jebol.
MNCS Daily Scope mencatat IHSG saat ini berada pada bagian wave iv dari wave c dalam skenario terbaik. Posisi tersebut membuka ruang penguatan terbatas untuk menguji gap di 6.227–6.231 sebelum kembali menghadapi tekanan.
Untuk jangka pendek, area koreksi yang perlu dicermati berada di kisaran 6.008–6.025. Level support berikutnya berada di 6.018 dan 5.973, sedangkan resistance terdekat di 6.297 dan 6.376.
Level Kunci yang Menentukan Arah IHSG
- Support 1: 6.018
- Support 2: 5.973
- Resistance 1: 6.297
- Resistance 2: 6.376
- Area gap: 6.227–6.231
- Zona koreksi jangka pendek: 6.008–6.025
Menembusnya level 5.973 akan mengonfirmasi skenario koreksi lebih dalam ke rentang 5.850–5.911. Sebaliknya, kemampuan indeks bertahan di atas support tersebut menjaga peluang rebound teknikal tetap hidup.
INKP dan KLBF Masuk Radar Buy on Weakness
Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) terkoreksi 0,91% ke Rp8.200 dan masih didominasi tekanan jual. Pergerakan harga berada di bawah MA20 dan MA60, dengan posisi diperkirakan berada di bagian wave (b) dari wave [b].
Area buy on weakness INKP berada di Rp8.050–Rp8.200, target pertama Rp8.525, target kedua Rp8.725. Batas stop loss ditetapkan jika harga menembus di bawah Rp7.925.
Saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) justru menguat 2,65% ke Rp775 disertai peningkatan volume pembelian. Penguatan itu berhasil membawa harga menembus MA60, dengan posisi diperkirakan berada di awal wave (C) dari wave [A].
Strategi buy on weakness KLBF dapat dilakukan pada rentang Rp740–Rp760. Target terdekat Rp810, target berikutnya Rp830, dan stop loss jika harga turun menembus Rp715.
RAJA Dikoleksi Bertahap, AADI Dikurangi
Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkoreksi 1,48% ke Rp665 dengan tekanan jual yang cenderung meningkat. Berdasarkan analisis Elliott Wave, RAJA diperkirakan berada di awal wave A dari wave (Y).
Area pembelian RAJA direkomendasikan di Rp645–Rp660, target pertama Rp730, target kedua Rp760. Stop loss ditetapkan jika harga menembus di bawah Rp605.
Berbeda arah, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) terkoreksi 3,10% ke Rp11.725. Koreksi tersebut menembus MA20 dan mengindikasikan risiko pelemahan masih berlanjut, dengan proyeksi turun ke rentang Rp9.975–Rp10.650 untuk menutup gap yang belum terisi.
Investor yang ingin mengurangi posisi dapat mencermati strategi sell on strength pada rentang Rp11.875–Rp12.025.
Apa Artinya bagi Investor di Tengah Koreksi
Rekomendasi MNCS Daily Scope edisi 9 Oktober 2026 menempatkan INKP, KLBF, dan RAJA dalam kategori buy on weakness, sedangkan AADI masuk kategori sell on strength. Seluruh rekomendasi bersifat analisis teknikal dan perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
Di tengah koreksi indeks dan tekanan jual yang meningkat, disiplin pada level support, resistance, target harga, dan stop loss menjadi kunci utama menjaga risiko portofolio.