Pencarian

BRIN Dorong Maluku Tenggara Kembangkan Premium Tourism, Wisatawan Diminta Kontribusi untuk Konservasi

Jumat, 02 Oktober 2026 • 13:01:01 WIB
BRIN Dorong Maluku Tenggara Kembangkan Premium Tourism, Wisatawan Diminta Kontribusi untuk Konservasi
Peneliti BRIN, Husein Rifai, mendorong pengembangan premium tourism di Maluku Tenggara.

LANGGUR — Husein Rifai menyampaikan dorongan tersebut kepada rri.co.id pada 30 September 2026. Ia menilai Maluku Tenggara punya karakter destinasi yang cocok untuk pengembangan pariwisata berbasis kualitas, bukan sekadar mengejar jumlah kunjungan.

Konsep premium tourism berbeda dengan mass tourism yang lebih berorientasi pada banyaknya wisatawan datang. Husein menyebut pendekatan itu menempatkan kesadaran lingkungan sebagai bagian utama dari pengalaman wisata.

Wisatawan Diminta Sadar Lingkungan

Husein menjelaskan premium tourism mengharapkan wisatawan yang memiliki kesadaran terhadap lingkungan. Mereka juga diharapkan bersedia memberikan kontribusi bagi upaya perbaikan dan perlindungan lingkungan di destinasi yang dikunjungi.

"Konsepnya ada mess tourism atau wisata yang hanya mementingkan jumlah wisata bukan seperti itu tapi kita lebih mengharapkan adanya premium tourism atau aktivitas wisata yang disitu melibatkan para pengunjung yang betul-betul sadar dengan lingkungan", kata Husein.

Payment for Ecosystem Services Jadi Sumber Pendanaan Konservasi

Menurut Husein, konsep premium tourism dapat berjalan seiring dengan penerapan Payment for Ecosystem Services atau PES. Kontribusi dari wisatawan dan pelaku usaha wisata dapat menjadi salah satu sumber pendanaan untuk kegiatan konservasi.

Skema itu memungkinkan biaya yang dikeluarkan wisatawan tidak hanya berhenti pada layanan akomodasi atau transportasi. Dana yang terkumpul bisa dialokasikan untuk menjaga ekosistem yang menjadi daya tarik utama destinasi.

Mengapa Maluku Tenggara Dinilai Relevan

Husein menilai pendekatan tersebut relevan dikembangkan di Maluku Tenggara karena karakter destinasi yang memiliki daya tarik alam. Wilayah itu juga relatif jauh dari pusat wisata seperti Bali dan Lombok.

Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata yang mengedepankan kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Jarak dari pusat wisata arus utama memberi ruang bagi Maluku Tenggara untuk membangun identitas wisata yang berbeda.

BRIN belum menyebut jadwal atau bentuk pendampingan teknis lanjutan terkait penerapan konsep ini di Maluku Tenggara.

Follow www.kabarambon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks