MALUKU — Gunung Ibu di Maluku Utara kembali erupsi pada Kamis (1/10/2026) pukul 10.02 WIT, tercatat 26 kali letusan dalam sepekan terakhir. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mempertahankan status gunung di Level II (Waspada) dengan zona bahaya radius 2 kilometer dari kawah aktif. Wisatawan dan warga diminta menjauhi area tersebut, terutama ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Sepanjang tahun 2026, MAGMA Indonesia mencatat 4.882 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi yang paling aktif dengan 1.900 kali letusan, sementara Gunung Ibu berada di posisi kedua dengan 1.623 kali erupsi.
Detail Erupsi Terbaru
Erupsi pada Kamis (1/10/2026) pukul 10.02 WIT tidak menunjukkan visual letusan yang teramati dari permukaan. Meski demikian, aktivitas vulkanik masih berlangsung saat laporan PVMBG dirilis.
Pengamatan kegempaan pada 1 Oktober 2026 pukul 00.00–23.59 WIT mencatat 79 kali gempa letusan/erupsi. Amplitudo gempa berkisar 15–28 milimeter dengan durasi 34–77 detik.
Selain gempa letusan, tercatat 5 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6–12 milimeter dan durasi 39–48 detik. Sebanyak 18 kali gempa harmonik juga terekam dengan amplitudo 2–12 milimeter dan durasi 17–29 detik.
Zona Bahaya yang Wajib Dipatuhi
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Perluasan sektoral berlaku hingga 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Bagi traveler yang merencanakan pendakian atau kunjungan ke kawasan Gunung Ibu, status Level II (Waspada) berarti aktivitas wisata di zona terlarang tidak diizinkan. Informasi terkini mengenai status gunung dapat dikonfirmasi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau pos pengamatan PVMBG setempat.
Posisi Gunung Ibu dalam Peta Vulkanik Nasional
Dari 4.882 letusan yang terekam MAGMA Indonesia sepanjang 2026, Gunung Ibu menyumbang 1.623 erupsi. Angka ini menempatkannya sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia, hanya kalah dari Gunung Semeru.
Frekuensi erupsi yang tinggi dalam sepekan terakhir—26 kali—menunjukkan aktivitas vulkanik Gunung Ibu masih fluktuatif. Pemantauan kegempaan harian menjadi acuan utama PVMBG dalam menentukan level aktivitas.
Untuk wisatawan yang ingin memantau perkembangan terkini, aplikasi MAGMA Indonesia menyediakan laporan letusan dan data kegempaan yang diperbarui setiap hari. Informasi resmi dari PVMBG menjadi rujukan sebelum merencanakan perjalanan ke kawasan sekitar gunung berapi aktif.