Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Maluku memastikan jaringan irigasi tersier di sejumlah lokasi penerima bantuan di Kabupaten Seram Bagian Barat dapat mendukung pengairan lahan pertanian. Monitoring dan evaluasi dilakukan tim BBRMP bersama penyuluh pertanian setempat dengan meninjau langsung kondisi jaringan di sejumlah titik. Kepala BBRMP Maluku Gunawan menyatakan peninjauan mencakup pembangunan, pemeliharaan saluran, hingga pemanfaatannya di tingkat petani.
AMBON — Tim BBRMP Maluku melalui Utoyo dan Fitman turun langsung ke lapangan bersama penyuluh pertanian setempat untuk mengecek kondisi jaringan irigasi tersier di sejumlah titik penerima bantuan di Kabupaten Seram Bagian Barat. Peninjauan menyasar aspek fisik saluran sekaligus melihat bagaimana jaringan tersebut dipakai petani mengairi lahan.
Jaringan irigasi tersier menempati posisi kunci dalam sistem pengairan. Saluran ini bertugas menyalurkan air dari jaringan utama menuju lahan usaha tani, sehingga kondisinya menentukan lancarnya distribusi air sampai ke petak sawah warga.
Apa Saja yang Diperiksa Tim BBRMP Maluku
Kepala BBRMP Maluku Gunawan menyebut peninjauan mencakup beberapa aspek sekaligus. Pemeriksaan tidak berhenti pada bangunan fisik, tetapi juga menyentuh pemanfaatan jaringan oleh petani penerima bantuan.
"Peninjauan meliputi pembangunan dan pemeliharaan saluran, kondisi fisik jaringan, serta pemanfaatannya dalam mendukung pengairan lahan pertanian di lokasi penerima bantuan," kata Gunawan di Ambon, Selasa.
Dari hasil monitoring, tim mengevaluasi apakah pembangunan infrastruktur irigasi sudah sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Evaluasi juga menyoroti sejauh mana jaringan tersebut benar-benar terpakai di tingkat petani.
"Melalui monitoring tersebut, BBRMP Maluku mengevaluasi kesesuaian pembangunan infrastruktur irigasi dengan rencana serta melihat pemanfaatannya di tingkat petani," ujar dia.
Mengapa Irigasi Tersier Menentukan Musim Tanam
Ketersediaan jaringan irigasi yang berfungsi baik berdampak langsung pada efektivitas dan efisiensi distribusi air. Dengan saluran tersier yang lancar, kebutuhan air tanaman lebih terjamin, terutama saat musim tanam ketika permintaan air meningkat.
Bagi petani di Seram Bagian Barat, kelancaran pasokan air menjadi faktor penentu keberhasilan usaha tani. Keterlambatan atau kekurangan air pada fase tertentu bisa menurunkan hasil panen dan menambah biaya produksi.
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menjadi bagian dari upaya BBRMP Maluku memastikan infrastruktur pertanian yang dibangun dan dipelihara dapat dimanfaatkan secara optimal. Hasil peninjauan di lapangan menjadi dasar bagi balai untuk menilai apakah bantuan irigasi tersier sudah memberi manfaat sesuai peruntukannya.