JAKARTA — Pencapaian orbit ke-200 ribu Hubble menandai salah satu tonggak terpanjang observatorium antariksa yang masih beroperasi. NASA menyebut salah satu observasi yang dilakukan bertepatan dengan orbit tersebut berkaitan dengan pengukuran laju pemuaian alam semesta atau Konstanta Hubble.
Apa Itu Supernova Athena dan Mengapa Muncul Berulang
Supernova Athena ditemukan Teleskop Luar Angkasa James Webb pada 2025. Ledakan bintang itu diperkirakan kembali terlihat dari Bumi antara sekarang hingga awal Maret 2027.
Athena berada di balik gugus galaksi MACS J0417 yang berfungsi sebagai lensa gravitasi. Gravitasi gugus galaksi membelokkan dan memperbesar cahaya dari objek yang lebih jauh di belakangnya.
Akibatnya, cahaya dari ledakan bintang dapat mencapai Bumi melalui beberapa jalur berbeda. Kondisi itu memungkinkan ledakan yang sama terlihat berulang kali dengan jeda beberapa bulan hingga beberapa tahun.
Memetakan Massa MACS J0417 dan Laju Pemuaian Alam Semesta
Peneliti akan memanfaatkan waktu kemunculan kembali Athena untuk memetakan distribusi massa MACS J0417. Pengukuran itu juga dipakai memperbaiki pemahaman mengenai laju pemuaian alam semesta.
Konstanta Hubble menjadi salah satu warisan ilmiah utama teleskop yang diluncurkan pada 1990 tersebut. Selama 36 tahun beroperasi, Hubble telah menempuh lebih dari 8 miliar kilometer mengelilingi Bumi.
Melengkapi James Webb dan Roman
Hubble tetap menjadi instrumen penting dalam penelitian astronomi. Kemampuannya mengamati cahaya pada panjang gelombang ultraviolet dan cahaya tampak melengkapi kemampuan Teleskop James Webb dan Teleskop Roman.
Permintaan waktu observasi terhadap Hubble masih tinggi. NASA mencatat astronom mengajukan permintaan sekitar tujuh kali lebih banyak dibandingkan waktu yang tersedia setiap tahun.
Tingginya antrean permintaan itu menunjukkan produktivitas observatorium tersebut belum surut meski usianya sudah lebih dari tiga dekade. Pengamatan lanjutan terhadap Athena akan menjadi salah satu ujian berikutnya bagi Hubble dalam beberapa bulan ke depan.