MALUKU — PT Shell Indonesia mengalihkan bisnis SPBU ke PT Isla Energy Indonesia, efektif berlaku 30 Oktober 2026. Merek Shell tetap bertahan lewat perjanjian lisensi, dengan jaminan pasokan BBM berstandar sama. Pengguna Shell GO+ diminta bersiap menghadapi peralihan data keanggotaan ke aplikasi baru.
Pengumuman pengalihan bisnis SPBU Shell disampaikan lewat email resmi yang diterima konsumen dan dikonfirmasi akun Instagram Shell Indonesia dalam balasan kepada warganet. Proses transisi mencakup seluruh operasional stasiun pengisian, termasuk pengelolaan data pelanggan yang kini berada di bawah kendali PT Isla Energy Indonesia.
Meski pengelola berganti, nama Shell dipastikan tidak hilang dari peta SPBU nasional. Perusahaan menegaskan merek dagangnya tetap hadir melalui skema lisensi yang disepakati kedua pihak.
"Merek atau brand Shell akan tetap berada di Indonesia melalui perjanjian lisensi merek. Pelanggan tetap dapat memiliki akses ke produk BBM berkualitas tinggi dari Shell dan standar pelayanan terbaik," tulis akun Instagram Shell Indonesia dalam keterangannya.
Pernyataan itu menegaskan bahwa perubahan badan pengelola tidak otomatis mengubah formulasi atau standar produk yang dijual di pompa bensin.
Pengguna aplikasi Shell GO+ menerima konsekuensi langsung dari transisi ini. Data keanggotaan mereka akan dipindahkan ke sistem PT Isla Energy Indonesia dengan klaim pengamanan sesuai kebijakan privasi yang berlaku.
Konsumen yang keberatan diberi jalan keluar. Penghapusan akun bisa dilakukan mandiri atau melalui tim Shell dalam waktu 3x24 jam setelah email pemberitahuan diterima.
Perusahaan juga meminta pelanggan membaca ulang Syarat dan Ketentuan serta Kebijakan Privasi terbaru dari PT Isla Energy Indonesia yang mulai berlaku 30 Oktober 2026.
Kondisi pasokan di lapangan saat ini jauh dari normal. Sejumlah SPBU Shell hanya menyediakan V-Power Diesel dengan jumlah terbatas, sementara varian bensin menghilang dari banyak lokasi.
Di Jakarta, hanya 11 SPBU yang masih menjual V-Power Diesel. Jawa Barat tercatat delapan SPBU, Banten sembilan SPBU, dan Jawa Timur enam SPBU.
Jenis Super (RON 92), V-Power (RON 95), dan V-Power Nitro+ (RON 98) belum tersedia di seluruh SPBU Shell per Oktober 2026. Kelangkaan ini memaksa pemilik kendaraan bensin mencari alternatif di merek lain selama masa transisi.
Pemilik mobil diesel masih bisa mengandalkan V-Power Diesel di lokasi yang tersisa. Namun jumlah SPBU penyedia yang terbatas membuat perencanaan rute perjalanan jadi lebih penting, terutama di luar kota besar.
Pemilik kendaraan bensin menghadapi situasi lebih sulit. Dengan hilangnya Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ dari banyak SPBU, mereka perlu menyiapkan stok atau beralih ke SPBU kompetitor sampai pasokan kembali normal.
Peralihan pengelolaan SPBU Shell ke PT Isla Energy Indonesia menambah dinamika pasar bahan bakar ritel nasional. Pertamina tetap mendominasi lewat jumlah SPBU yang jauh lebih besar, sementara jaringan swasta seperti BP dan Vivo berpotensi menyerap pelanggan Shell yang kesulitan mendapat pasokan.
Perjanjian lisensi merek memberi kepastian bahwa identitas Shell tidak hilang dalam waktu dekat. Yang belum jelas, apakah PT Isla Energy Indonesia akan mempertahankan seluruh skema harga dan program loyalitas yang selama ini melekat pada Shell GO+.
Konsumen disarankan memantau pengumuman resmi kedua perusahaan menjelang tanggal efektif 30 Oktober 2026 untuk memastikan tidak ada perubahan layanan yang merugikan.