Dinkes Ambon Minta Lansia dan Penderita Asma Kurangi Aktivitas di Luar Rumah Imbas Udara Berasap

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:12:32 WIB
Dinkes Kota Ambon mengimbau lansia dan penderita asma mengurangi aktivitas di luar rumah akibat udara berasap.

Dinas Kesehatan Kota Ambon meminta warga lanjut usia serta penderita asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengurangi aktivitas di luar rumah karena kondisi udara setempat dipenuhi asap. Sekretaris Dinkes Kota Ambon Yakobus Lewier menyampaikan imbauan itu di Ambon, Senin, dengan menekankan kelompok rentan wajib memakai masker jika tetap harus keluar. Dinkes juga tengah menghitung stok masker untuk kemungkinan dibagikan kepada masyarakat di jalan.

AMBON — Dinas Kesehatan Kota Ambon menempatkan lansia, penderita asma, dan pengidap ISPA sebagai kelompok paling berisiko di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Yakobus Lewier menyatakan kelompok rentan perlu membatasi paparan asap untuk mencegah munculnya gangguan pernapasan.

"Kita mengharapkan masyarakat menjaga kesehatan dengan tidak keluar rumah, seperti yang punya riwayat penyakit asma atau ISPA serta lansia menghindari untuk keluar rumah. Kalau pun keluar agar menggunakan masker," kata Yakobus.

Masker Jadi Pelindung Utama Saat Harus Beraktivitas di Luar

Dinkes Kota Ambon juga meminta seluruh warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat udara dipenuhi asap. "Kita meminta masyarakat menggunakan masker jika di luar ruangan," ujarnya.

Menurut Yakobus, pihaknya terus memantau kondisi kesehatan masyarakat melalui kunjungan pasien ke sejumlah puskesmas. Hingga beberapa bulan terakhir, belum terlihat peningkatan signifikan kasus yang berkaitan dengan gangguan pernapasan.

"Kita pantau dari kunjungan pasien ke puskesmas beberapa bulan ini memang belum ada peningkatan yang signifikan untuk kasus yang berhubungan dengan pernapasan, tapi kita tetap pantau," katanya.

Gejala Sesak Napas Diminta Segera Diperiksa ke Puskesmas

Warga yang mengalami gejala sesak napas diimbau tidak menunda pemeriksaan. Dinkes mengarahkan mereka mendatangi puskesmas terdekat agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.

"Kita mengimbau kalau ada gejala sesak pernapasan segera periksa diri ke puskesmas terdekat," ujar Yakobus.

Selain imbauan penggunaan masker, Dinkes Kota Ambon sedang menghitung ketersediaan masker untuk kemungkinan dibagikan kepada masyarakat. Pembagian itu direncanakan sebagai bagian dari upaya pencegahan dampak paparan asap.

"Kita sedang menghitung stok masker, rencananya kita akan membagi kepada masyarakat di jalan, sebagai salah satu imbauan dengan memakai masker di luar ruangan dengan kondisi udara yang penuh dengan asap," katanya.

Stok Masker Terbatas, Dinkes Koordinasi dengan Instalasi Farmasi

Yakobus menjelaskan, setelah pandemi COVID-19, stok masker Dinkes tidak lagi tersedia dalam jumlah besar. Ketersediaan masker saat ini lebih banyak diperuntukkan bagi fasilitas kesehatan.

Karena itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan instalasi farmasi terkait kemungkinan pembagian masker kepada masyarakat. Dinkes belum memastikan jumlah masker yang bisa disalurkan.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah serta mengurangi aktivitas pembakaran sampah di pekarangan. Asap tambahan dari pembakaran dinilai dapat memperburuk konsentrasi asap di udara.

"Menjaga kebersihan di dalam rumah dan kurangi membakar sampah di pekarangan agar tidak menimbulkan asap tambah banyak karena saat ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di mana-mana," ucapnya.

Imbauan Dinkes Kota Ambon menyusul kondisi udara di sejumlah wilayah yang dipenuhi asap kiriman dari kebakaran hutan dan lahan. Warga diminta memantau kondisi kesehatan masing-masing dan tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top