AMBON — Abdullah Asis Sangkala menilai kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak cukup hanya menjaga keamanan. Ia menyebut dua persoalan yang belakangan dirasakan warga, yakni kebakaran hutan dan kebutuhan peningkatan aksesibilitas, sebagai perkara yang butuh respons cepat berbagai pihak.
Menurut Sangkala, kedua persoalan itu perlu ditangani melalui kerja bersama, bukan hanya oleh satu instansi. Kolaborasi antara TNI dan rakyat disebutnya sebagai jalan untuk mempercepat penanganan di lapangan.
Sangkala menyoroti kebakaran hutan sebagai persoalan yang belakangan dirasakan masyarakat dan membutuhkan perhatian serius. Ia menilai penanganan masalah itu tidak bisa menunggu, terutama ketika dampaknya langsung dirasakan warga di sekitar lokasi.
Selain kebakaran hutan, ia menyebut keterbatasan aksesibilitas sebagai persoalan lain yang perlu ditangani bersama. Menurutnya, kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan nyata dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di lapangan.
Dua isu itu, kata Sangkala, menunjukkan bahwa sinergi TNI dan rakyat bukan sekadar seremonial. Ia berharap kerja bersama tersebut dapat mempercepat penyelesaian persoalan yang masih dihadapi warga Maluku.
Sangkala menyampaikan hal itu kepada wartawan usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Tribun Lapangan Merdeka Ambon, Senin (5/10/2026). Upacara tersebut menjadi momen refleksi atas perjalanan TNI sekaligus pengingat peran tentara di tengah masyarakat.
“Bersama rakyat kita berharap, semakin dapat mempercepat mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur,” kata Sangkala.
Ia menegaskan, sinergi TNI dan rakyat menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan berbagai persoalan di lapangan. Kolaborasi itu juga dinilainya mendukung upaya mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Bagi Sangkala, semangat HUT ke-81 TNI sebaiknya diterjemahkan dalam kerja nyata di lapangan. Ia berharap TNI terus hadir membantu warga, terutama di daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses dan ancaman kebakaran hutan.