40 Anak Muda Maluku Lulus Pelatihan Caregiver, Siap Bekerja di Malaysia Dua Tahun

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 10:31:32 WIB
anak muda Maluku mengikuti pelatihan caregiver sebelum diberangkatkan bekerja ke Malaysia.

AMBON — Direktur Poltekkes Kemenkes Maluku, Betty Sahertian, menyatakan para peserta kini memasuki tahap penjajakan peluang kerja lintas negara. Kerja sama penempatan dibuka bersama Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Utara.

Pelatihan menyasar keterampilan teknis sebagai caregiver sekaligus pembekalan agar peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh saat masuk dunia kerja. Betty menegaskan kelompok pertama ini bukan program tunggal.

Pelatihan Berlanjut ke 40 Peserta Berikutnya

Setelah kelompok pertama rampung, Poltekkes Kemenkes Maluku menyiapkan 40 peserta gelombang kedua. Pola bergilir itu diharapkan memperluas akses anak muda dari berbagai wilayah Maluku terhadap peluang kerja internasional.

"40 peserta ini, setelah selesai mengikuti pelatihan, akan dilanjutkan dengan 40 peserta berikutnya. Artinya, anak-anak kita di berbagai wilayah Maluku memiliki kesiapan dan peluang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensinya," kata Betty di Ambon, Jumat (2/10/2026).

Negara Tujuan Lain: Jerman hingga Jepang

Selain Malaysia, Poltekkes Kemenkes Maluku membuka jalur penempatan ke sejumlah negara lain. Betty menyebut Jerman dan Jepang sebagai dua peluang yang tengah dijajaki.

"Selain Jerman, ada peluang ke Jepang, dan hari ini 40 anak kita siap mengikuti program untuk Malaysia," ujarnya.

Mental dan Fisik Jadi Syarat Utama

Kemampuan teknis dinilai tidak cukup. Betty menekankan peserta harus siap menghadapi lingkungan kerja, budaya, dan pola komunikasi baru di negara tujuan. Kedisiplinan serta ketahanan mental disebut sama pentingnya dengan keterampilan sebagai caregiver.

Wagub Maluku: Peserta Jadi Pembuka Jalan

Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath menilai program ini membuka pengalaman kerja internasional lewat jalur legal dan terarah. Ia meminta peserta tidak memandang kesempatan ke Malaysia semata sebagai sumber penghasilan.

Pengalaman kerja di luar negeri, menurut Abdullah, harus dipakai untuk meningkatkan keterampilan, memperluas pengetahuan, membangun kemandirian, serta mengumpulkan pengalaman profesional yang berguna bagi karier jangka panjang.

"Ini bukan hanya jalan menuju kesuksesan, tetapi kalian akan menjadi sumber spirit bagi anak-anak Maluku yang lain," kata Abdullah.

Ia juga meminta orang tua peserta tidak khawatir terhadap proses keberangkatan. Pemerintah, kata dia, menjalankan penempatan melalui jalur legal disertai pendampingan dan pemantauan.

"Ini adalah sejarah awal dan kalian adalah pembuka jalan yang kita kirim dari Maluku ke Malaysia. Pemberi jalan supaya besok adik-adik kalian juga ikut dari belakang," ujarnya.

Keberangkatan 40 peserta ini diharapkan menjadi titik awal perluasan akses kerja internasional bagi generasi muda Maluku, tidak hanya ke Malaysia tetapi juga ke negara lain yang membuka peluang bagi tenaga kerja Indonesia.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: tribun-maluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top