Wali Kota Ambon Tantang Kader AMGPM Jadi Pemimpin Transformatif, Bukan Sekadar Pandai Berorganisasi

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 05:31:31 WIB
Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena membuka Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan AMGPM Daerah Kota Ambon Tahun 2026 di Aula Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Kamis (1/10/2026).

AMBON — Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena membuka Pendidikan Kader Jenjang Lanjutan (PKJL) AMGPM Daerah Kota Ambon Tahun 2026 di Aula Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Kamis (1/10/2026). Kegiatan itu mengusung tema "Membentuk Kader Transformatif yang Berakar dalam Iman, Bertumbuh dalam Intelektual dan Berdampak bagi Dunia."

Bodewin menyebut kaderisasi sebagai bagian penting dalam perjalanan AMGPM. Menurutnya, kualitas organisasi pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dipersiapkan sejak sekarang.

Mengapa Pendidikan Kader Tak Cukup Berhenti di Rutinitas Organisasi

Pendidikan kader AMGPM, kata Bodewin, tidak boleh berhenti pada pemahaman organisasi dan rutinitas internal gereja. Kader muda ditantang tumbuh menjadi generasi yang memiliki iman kuat, kapasitas intelektual, kepedulian sosial, serta keberanian menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

"Pendidikan kader ini penting karena bukan hanya untuk memahami organisasi, tetapi bagaimana terjadi peningkatan kualitas, baik intelektual maupun iman dan spiritual," ujar Bodewin.

Pernyataan itu menegaskan bahwa kapasitas berorganisasi saja tidak cukup. Kader AMGPM diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat di Kota Ambon dan Maluku pada umumnya.

Tema PKJL 2026: Iman, Intelektual, dan Dampak bagi Dunia

PKJL AMGPM Daerah Kota Ambon Tahun 2026 menjadi ruang kaderisasi untuk mempersiapkan generasi muda organisasi tersebut. Tema yang diusung menekankan tiga hal sekaligus: akar iman, pertumbuhan intelektual, dan dampak nyata bagi dunia.

Melalui tema itu, kader AMGPM diarahkan tidak hanya memahami organisasi, tetapi juga memiliki kapasitas mengambil peran lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan berlangsung di Aula Balai Diklat Pertanian Provinsi Maluku, Ambon.

Bodewin menilai kaderisasi merupakan bagian penting dalam perjalanan AMGPM. Sebab, kualitas organisasi pada masa mendatang sangat ditentukan oleh kualitas kader yang dipersiapkan sejak sekarang.

Peran Kader Muda di Tengah Masyarakat Ambon

Wali Kota Ambon berharap kader AMGPM hadir sebagai generasi yang tidak hanya aktif di lingkungan gereja. Kepedulian sosial dan keberanian menghadirkan perubahan menjadi dua hal yang ditekankan dalam pembukaan PKJL tahun ini.

Pendidikan kader jenjang lanjutan ini menjadi tahapan lanjutan bagi kader AMGPM Daerah Kota Ambon. Kegiatan tersebut mempertemukan kader muda untuk memperdalam pemahaman organisasi sekaligus memperkuat kapasitas intelektual dan spiritual.

Bodewin menyampaikan pesan itu saat membuka kegiatan yang berlangsung Kamis (1/10/2026). Tantangan yang disampaikan menyasar kader muda AMGPM di Kota Ambon, dengan harapan dampaknya dirasakan lebih luas di tengah masyarakat Maluku.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top