Dua Kapal PELNI Berlayar dari Pelabuhan Ambon, Layani Rute Maluku Tenggara Barat dan Buru Selatan

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 29 September 2026 | 05:31:31 WIB
KM Pangrango berlayar dari Pelabuhan Ambon menuju Maluku Tenggara Barat dengan tiga pelabuhan singgah.

AMBON — KM Pangrango menempuh rute Ambon ke Maluku Tenggara Barat dengan tiga pelabuhan singgah. Kapal ini tercatat memiliki empat pelabuhan singgah terpantau selama beroperasi di wilayah Maluku.

Sementara KM Leuser melayani rute Ambon ke Buru Selatan melalui dua pelabuhan singgah. Kapal tersebut dijadwalkan tiba di tujuan pada pukul 13.00, atau delapan jam setelah bertolak dari Pelabuhan Ambon.

Jadwal Keberangkatan Dua Kapal Berbeda Rute

KM Pangrango berangkat paling awal, pukul 02.00 WIB. Tiga jam berselang, KM Leuser menyusul dari dermaga yang sama menuju Buru Selatan.

Selisih waktu keberangkatan membuat kedua kapal melayani penumpang dengan tujuan berbeda di wilayah Maluku. Masing-masing rute memiliki jumlah pelabuhan singgah yang tidak sama, menyesuaikan kebutuhan transportasi laut antarwilayah.

Penumpang Diminta Datang Lebih Awal

Calon penumpang disarankan tiba di Pelabuhan Ambon minimal satu jam sebelum jam keberangkatan. Waktu tersebut dibutuhkan untuk mengurus administrasi dan proses naik ke kapal.

Datang lebih awal juga menghindari risiko tertinggal, terutama bagi penumpang yang membawa barang bawaan dalam jumlah banyak. Petugas pelabuhan biasanya membuka proses boarding sebelum kapal bertolak.

Jadwal Bisa Berubah Mengikuti Cuaca

Jadwal keberangkatan kapal PELNI tidak sepenuhnya tetap. Kondisi cuaca dan operasional di lapangan bisa membuat jadwal bergeser sewaktu-waktu.

Penumpang dianjurkan memeriksa jadwal terbaru melalui kanal resmi PELNI sebelum berangkat ke pelabuhan. Informasi dari sumber resmi lebih akurat dibanding jadwal yang beredar tidak resmi.

Spesifikasi KM Pangrango dan KM Leuser

KM Pangrango merupakan kapal tipe 500 pax yang dibangun pada 1995. Kapal ini memiliki kapasitas 496 penumpang, gross tonnage 2.620 GT, dan panjang 74 meter. Wilayah operasinya mencakup Maluku.

KM Leuser berjenis tipe 1.000 pax, dibuat 1994 di galangan Meyer Werft, Papenburg, Jerman. Kapasitasnya mencapai 970 penumpang dengan gross tonnage 6.022 GT dan panjang 99,8 meter.

Wilayah operasi KM Leuser lebih luas, mencakup Maluku, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, dan Bali. Dua keberangkatan dari Ambon pada Selasa, 29 September 2026 melayani rute Maluku Tenggara Barat dan Buru Selatan.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: navigasi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top