Lomba Ukulele Sirimau Digelar di Ambon, Wakil Wali Kota: Ini Ruang Kreativitas dan Perkuat Status City of Music

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 13:17:01 WIB
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, membuka Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau di Ambon, Senin (10/8).

AMBON — Lomba Ukulele Tingkat Kecamatan Sirimau tidak hanya dimaknai sebagai ajang mencari pemenang. Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, menegaskan kegiatan ini harus menjadi ruang silaturahmi dan pengembangan karakter, terutama bagi generasi muda di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.

“Seni dan budaya tidak hanya hadir sebagai sebuah pertunjukan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter, memperkuat persaudaraan serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkembang dan berprestasi,” ujar Ely dalam sambutannya, Senin (10/8).

Musik Sebagai Identitas dan Tanggung Jawab Bersama

Predikat Ambon sebagai City of Music yang diperoleh pada 2019 disebut bukan sekadar penghargaan seremonial. Ely menekankan status tersebut merupakan identitas sekaligus tanggung jawab kolektif untuk menjaga kekayaan musik yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.

“Bagi masyarakat Ambon dan Maluku, musik bukan sekadar hiburan. Musik telah menjadi bagian dari kehidupan, ekspresi budaya, sarana untuk membangun kebersamaan sekaligus media yang mampu mempertemukan berbagai perbedaan,” katanya.

Ukulele dipilih sebagai instrumen utama lomba karena dianggap sangat dekat dengan keseharian warga. Alat musik ini dinilai mengandung nilai kebersamaan dan semangat menjaga warisan budaya lokal, bukan sekadar menghasilkan nada dan melodi.

Tiga Hal yang Didorong dari Gelaran Lomba Ukulele

Ely menyampaikan tiga poin penting yang diharapkan lahir dari kegiatan ini. Pertama, penguatan potensi dan kreativitas lokal. Para peserta didorong untuk tidak takut berekspresi dan terus menghasilkan karya baru.

Kedua, penguatan kebersamaan masyarakat. Perbedaan latar belakang maupun pilihan dalam perlombaan tidak boleh menjadi penghalang persatuan warga Kota Ambon.

“Berbeda kelompok, berbeda latar belakang, bahkan berbeda pilihan dalam perlombaan, kita tetap satu sebagai masyarakat Kota Ambon,” tegasnya.

Ketiga, kegiatan seni dan budaya diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi. Ely berharap pelaksanaan lomba membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pedagang kecil untuk ikut merasakan manfaat dari aktivitas yang berlangsung.

Sportivitas dan Dukungan untuk UMKM Lokal

Kepada seluruh peserta, Ely meminta kemampuan terbaik ditampilkan dengan menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukan hanya soal gelar juara, melainkan juga keberanian tampil dan pengalaman yang didapat.

“Kemenangan bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi juga tentang keberanian untuk tampil, kesempatan untuk belajar dan pengalaman yang kita dapatkan bersama,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Ely mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk PT PLN dan Kementerian Hukum. Ia berharap kolaborasi antara Pemkot Ambon, instansi pemerintah, dan BUMN terus diperkuat, terutama untuk membantu pelaku UMKM yang membutuhkan dukungan modal dan pendampingan.

“Masih banyak UMKM yang membutuhkan uluran tangan dari berbagai macam instansi dan BUMN yang ada di Kota Ambon. Karena itu, kolaborasi seperti ini harus terus kita bangun,” pungkasnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ambontoday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top