AMBON — Sebanyak puluhan siswa di Dusun Kranjang, Kecamatan Teluk Ambon, menerima bantuan perlengkapan sekolah baru dari LAZNAS BMH Perwakilan Maluku, Kamis (07/08). Bantuan berupa tas dan alat tulis ini merupakan realisasi program Peduli Pendidikan Pedalaman yang menyasar anak-anak di wilayah terpencil.
Di sejumlah pedalaman Maluku, banyak siswa masih menggunakan tas dan perlengkapan belajar yang sudah rusak atau tidak layak pakai. Kondisi geografis yang sulit diakses serta ekonomi keluarga menjadi hambatan utama bagi orang tua untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak.
Kepala Perwakilan BMH Maluku, Supriyanto, menegaskan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak boleh berhenti di wilayah perkotaan. Anak-anak di pelosok memiliki hak yang sama untuk mendapatkan dukungan dalam menempuh pendidikan.
"Pendidikan adalah hak setiap anak, tidak terkecuali mereka yang tinggal di pelosok dan pedalaman Maluku. Melalui bantuan tas dan alat tulis sekolah ini, kami ingin memberikan dorongan semangat kepada mereka bahwa mereka tidak berjuang sendirian. Ada kepedulian dari para donatur yang menyertai langkah mereka meraih cita-cita," ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Kehadiran bantuan ini disambut antusias oleh para pelajar. Senyum sumringah tampak dari Denis Arka Makatita, siswa kelas 5 SD Al Hilal Dusun Kranjang, saat menerima tas sekolah barunya. Bantuan ini menjadi penyemangat tersendiri bagi dirinya untuk terus bersekolah.
Salah satu guru, Ismat Muslimat, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kepedulian BMH Maluku yang bersedia menjangkau wilayah mereka yang sulit diakses. Menurutnya, bantuan seperti ini sangat berarti bagi siswa di daerah terpencil.
LAZNAS BMH Maluku berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program pendidikan dan sosial ke berbagai wilayah pelosok di Kepulauan Maluku. Ikhtiar ini diharapkan dapat menjaga semangat belajar anak-anak sekaligus menghadirkan manfaat nyata hingga ke daerah yang selama ini sulit terjangkau.
Program Peduli Pendidikan Pedalaman ini merupakan wujud nyata kepedulian para donatur terhadap masa depan generasi muda di wilayah timur Indonesia. Dengan adanya bantuan ini, kebutuhan sederhana seperti tas dan alat tulis diharapkan tidak lagi menjadi penghambat bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita.