Inflasi Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Indonesia Terkontraksi 0,89% pada Juli 2026

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 10 Agustus 2026 | 10:45:01 WIB
Indeks Harga Konsumen perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat 111,38 pada Juli 2026, terkontraksi 0,89% secara bulanan.

MALUKU — Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk kelompok ini tercatat di level 111,38 pada Juli 2026, naik tipis dari posisi 111,27 pada bulan sebelumnya. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi kelompok ini masih tumbuh 1,93%, sementara jika dihitung dari awal tahun (year to date/ytd) tercatat 0,9%. Data ini dirilis BPS pada Minggu (9/8/2026) dan menempatkan kelompok perawatan pribadi sebagai peringkat ke-11 dari 12 kelompok pengeluaran yang diukur secara nasional.

Subkelompok Perawatan Pribadi Inti Masih Tumbuh Positif

Meski secara agregat terkontraksi, beberapa subkelompok justru mencatatkan kenaikan harga. Subkelompok perawatan pribadi tumbuh 0,34% dan kelompok perlindungan sosial naik 0,33% secara bulanan. Sementara itu, subkelompok jasa lainnya hanya tumbuh tipis 0,1%.

Kontraksi terdalam berasal dari subkelompok perawatan pribadi lainnya yang turun hingga 2,67%. Penurunan ini menjadi penahan utama laju inflasi kelompok secara keseluruhan di tengah kenaikan harga pada subkelompok jasa.

Watampone Catat Inflasi Jasa Lainnya Tertinggi, Capai 4,7%

BPS juga merilis data inflasi subkelompok jasa lainnya di delapan kabupaten/kota yang disurvei. Watampone mencatat inflasi tertinggi sebesar 4,7% dengan IHK di level 128,67. Sebaliknya, posisi terendah terjadi di Kota Padang dengan inflasi hanya 0,42%.

Adapun inflasi umum nasional pada Juli 2026 tercatat turun 0,14% secara bulanan. Secara kumulatif, inflasi tahun kalender mencapai 1,8% dan inflasi tahunan berada di angka 2,88%.

Pendorong Inflasi Berpindah ke Sektor Pendidikan

Perlambatan di kelompok perawatan pribadi berbanding terbalik dengan kelompok pendidikan yang justru mencatat inflasi bulanan tertinggi di Indonesia pada Juli 2026, yakni 0,55%. Pergeseran ini menunjukkan tekanan harga kini lebih banyak berasal dari biaya sekolah di tengah tahun ajaran baru, sementara permintaan produk perawatan pribadi cenderung melandai.

Bagi pelaku usaha di sektor kosmetik dan jasa perawatan, kontraksi ini bisa menjadi sinyal untuk meninjau ulang strategi harga menjelang kuartal ketiga. Namun secara historis, pola ini kerap terjadi pasca periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yang biasanya mendorong konsumsi lebih awal.

Investasi dan keputusan bisnis mengandung risiko. Data ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top