MALUKU — Lonjakan harga emas Antam hari ini mengejutkan banyak pelaku pasar. Pasalnya, pada Rabu pagi (5/8) kemarin, harga logam mulia sempat terkoreksi tipis Rp 4.000 ke level Rp 2.599.000 per gram. Namun, tekanan jual itu tak berlangsung lama. Menjelang sore hari, harga berbalik arah dan melesat Rp 30.000, sebelum akhirnya hari ini kembali melompat signifikan hingga menembus level tertinggi barunya.
Bagi Anda yang berniat menjual emas batangan, kabar ini juga menggembirakan. Harga buyback atau harga yang dibayarkan Antam saat membeli kembali emas Anda ikut meroket hingga Rp 90.000, menempatkannya di level Rp 2.490.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali kian sempit, yang secara historis menjadi sinyal positif bagi likuiditas investasi emas.
Perlu dicatat, transaksi jual-beli emas batangan ini tunduk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2017. Pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,9 persen. Namun, Anda bisa mendapatkan tarif lebih rendah, yakni 0,45 persen, dengan menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat transaksi.
Lompatan hari ini otomatis menghapus koreksi yang terjadi sepanjang pekan ini. Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam tercatat bergerak fluktuatif dalam rentang Rp 2.599.000 hingga Rp 2.679.000 per gram. Dengan ditutupnya harga di titik tertinggi, investor yang membeli di level terendah pekan ini kini menikmati keuntungan kertas sekitar Rp 80.000 per gram hanya dalam hitungan hari.
Berikut rincian lengkap harga emas batangan Antam hari ini untuk berbagai ukuran:
Rentang harga tersebut menunjukkan tren penguatan yang konsisten, terutama jika dibandingkan dengan posisi sebulan lalu yang juga berada di kisaran Rp 2.599.000 per gram. Pergerakan ini mengonfirmasi bahwa permintaan terhadap aset safe haven seperti emas masih sangat kuat di tengah gejolak pasar keuangan.
Dengan fundamental yang solid dan momentum penguatan yang berkelanjutan, emas Antam tetap menjadi pilihan investasi yang patut dipertimbangkan. Namun, investor tetap perlu mencermati volatilitas harga harian dan memanfaatkan momen koreksi untuk akumulasi pembelian.