Ram 1500 2027 Buang Hemi eTorque dan Stop-Start, Kembali ke V-8 Murni

Penulis: Luqman Arif  •  Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:08:02 WIB
Ram 1500 model 2027 akan mengganti mesin Hemi eTorque hybrid dengan versi V-8 non-hybrid.

MALUKU — Kabar ini bukan sekadar isu pabrikan. Motor1 melaporkan, dan juru bicara Ram mengonfirmasi kepada Car and Driver, bahwa mulai awal model year 2027, truk pikap setengah ton ini akan beralih dari Hemi eTorque ke versi non-hybrid. Ini adalah perubahan drastis dari strategi elektrifikasi ringan yang mereka usung sejak 2019, dan sinyal kuat bahwa Ram mendengar suara pasar Amerika yang lebih menyukai mesin konvensional.

Mengapa eTorque Dipensiunkan? Bukan Soal Performa, Tapi Kenyamanan

Sejak 2019, Hemi V-8 dibantu sistem eTorque yang menggantikan alternator standar dengan baterai 48-volt. Sistem ini dirancang untuk memberikan torsi tambahan saat start, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan membuat proses hidup-mati mesin lebih halus. Secara teori, ini solusi cerdas untuk mempertahankan karakter V-8 sambil menekan emisi.

Namun, di jalanan Amerika, fitur stop-start yang menyertai sistem ini justru menjadi biang keladi. Banyak pemilik mengeluhkan getaran dan suara mesin yang menyala-nyala di lampu merah terasa mengganggu. Meski EPA memberikan kredit regulasi kepada produsen yang memasang fitur ini, kebijakan tersebut dicabut pemerintah federal pada Februari 2026. Pencabutan insentif inilah yang akhirnya membuat Ram berani mengambil langkah ini.

V-8 Hemi Murni: Kembali ke Akar, Tapi Ada Masa Transisi

Keputusan ini menarik karena Ram sempat "memensiunkan" Hemi pada model 2025 sebelum permintaan konsumen memaksanya kembali. Kini, untuk 2027, mayoritas pembeli yang menginginkan V-8 akan mendapatkan mesin tanpa bantuan listrik sama sekali. Juru bicara Ram menyatakan: "Starting early in the 2027 model year, Ram will phase out the 5.7-liter Hemi V-8 eTorque, replacing it with the nonhybridized version of the 5.7-liter Hemi V-8. A limited number of 2027-model-year Ram 1500s will be built with the eTorque powertrain during the production transition."

Artinya, jika Anda memang menginginkan versi eTorque, masih ada peluang mendapatkannya di awal produksi. Tapi target utama konsumen yang menunggu versi non-hybrid akan mulai melihat unitnya di dealer musim gugur tahun ini.

Dampak ke Konsumen: Apa yang Berubah dan Siapa yang Diuntungkan?

Keputusan ini menghadirkan beberapa konsekuensi yang perlu diperhatikan:

  • Konsumsi BBM: Tanpa bantuan eTorque, efisiensi bahan bakar V-8 Hemi berpotensi sedikit turun, terutama di lalu lintas stop-and-go. Namun, pengemudi yang lebih mementingkan responsivitas mesin mungkin tidak keberatan dengan trade-off ini.
  • Kenyamanan Berkendara: Hilangnya stop-start berarti mesin tidak lagi mati otomatis saat berhenti. Ini menghilangkan getaran yang sering dikeluhkan dan membuat pengalaman berkendara terasa lebih mulus dan konvensional.
  • Harga dan Perawatan: Sistem hybrid 48-volt menghilang dari daftar opsi untuk sebagian besar model. Ini bisa berarti harga beli lebih rendah dan biaya perawatan jangka panjang yang lebih sederhana karena komponen baterai dan motor listrik tambahan tidak ada lagi.

Perbandingan Kompetitor: Ram Sendirian Melawan Arus?

Stellantis, perusahaan induk Ram, awalnya mengisyaratkan akan mempertahankan teknologi stop-start seperti pabrikan lain. Namun, keputusan Ram untuk menghapusnya di model 1500 menjadikan mereka salah satu yang pertama di segmen truk pikap ukuran penuh untuk melakukannya. Ini memberi Ram posisi unik: menawarkan V-8 "tradisional" yang mungkin lebih menarik bagi purist, sementara kompetitor seperti Ford dan Chevrolet masih mengandalkan teknologi serupa untuk memenuhi target emisi.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli

Keputusan ini bukan tanpa risiko. Ram 1500 non-hybrid mungkin akan menghadapi pajak atau regulasi emisi yang lebih ketat di beberapa negara bagian AS di masa depan. Namun, bagi konsumen di Indonesia yang tidak terikat regulasi tersebut, ini justru bisa menjadi nilai jual: mesin yang lebih sederhana, lebih andal, dan lebih mudah dirawat.

Jika Anda sedang mempertimbangkan Ram 1500 bekas dengan mesin eTorque, nilai jualnya mungkin akan turun seiring hadirnya versi non-hybrid yang lebih diminati. Sebaliknya, jika Anda mencari truk dengan teknologi paling mutakhir, versi eTorque yang tersisa di masa transisi bisa menjadi pilihan terakhir yang menarik.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top