Gelombang Tinggi 4 Meter Masih Mengancam Perairan Maluku, BMKG Imbau 11 Wilayah Ini Waspada

Penulis: Mustofa Kamal  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 11:37:31 WIB
Nelayan menepikan perahu di Pelabuhan Ambon menyusul peringatan dini gelombang tinggi dari BMKG.

AMBON — Peringatan dini gelombang tinggi kembali dikeluarkan BMKG untuk wilayah perairan Maluku. Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Ambon, Mujahidin, menyampaikan potensi gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter masih akan terjadi hingga Senin (3/8/2026) pagi.

Dinamika atmosfer saat ini dipengaruhi oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Laut Filipina yang bergerak ke arah barat. Meski peluangnya rendah menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, bibit siklon ini memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Maluku.

Angin Kencang dan Titik Rawan Gelombang Tinggi

BMKG mencatat pola angin di Maluku bergerak dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan 10 hingga 20 knot. Di sejumlah area strategis, kecepatan angin bisa meningkat hingga lebih dari 25 knot.

Wilayah yang perlu mewaspadai angin kencang meliputi Perairan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat dan Timur, Perairan Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar, Kepulauan Babar, Kepulauan Sermata–Leti, Perairan Wetar, Laut Banda, serta Laut Arafuru.

Daftar Perairan dengan Gelombang Kategori Tinggi (2,5–4 Meter)

BMKG memetakan sejumlah titik dengan potensi gelombang tinggi yang signifikan. Para nelayan dan operator kapal di wilayah berikut diminta ekstra waspada:

  • Perairan Kepulauan Kei
  • Perairan Selatan Kepulauan Aru
  • Perairan Barat dan Timur Kepulauan Tanimbar
  • Perairan Kepulauan Babar
  • Perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Leti
  • Laut Arafuru Bagian Barat dan Bagian Tengah

Gelombang Sedang Masih Berpeluang di Perairan Ambon dan Banda

Kategori gelombang sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,50 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan padat aktivitas. Wilayah tersebut mencakup Perairan Utara dan Selatan Pulau Buru, Perairan Seram Bagian Barat, Perairan Pulau Ambon hingga Pulau Lease, serta Perairan Utara dan Selatan Maluku Tengah.

Selain itu, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan di Perairan Seram Bagian Timur (Utara, Selatan, dan Pulau Gorom), Perairan Kepulauan Banda Neira, Perairan Utara Kepulauan Aru, Perairan Wetar, dan Laut Banda.

Imbauan untuk Nelayan dan Pengguna Transportasi Laut

Mujahidin menegaskan bahwa risiko keselamatan pelayaran meningkat signifikan dalam kondisi ini. Masyarakat yang tinggal di pesisir juga diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di laut.

"BMKG mengimbau masyarakat pengguna jasa transportasi laut, nelayan, serta warga yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi risiko keselamatan pelayaran," ujarnya.

Peringatan ini berlaku sejak Minggu (2/8/2026) pukul 09.00 WIT hingga Senin (3/8/2026) pukul 09.00 WIT. Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG atau menghubungi kantor stasiun meteorologi terdekat.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: malukuterkini.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top