MALUKU — Pertumbuhan laba Pegadaian tidak terlepas dari kenaikan penyaluran pinjaman. Hingga akhir Juni 2026, outstanding loan (OSL) gross mencapai Rp155,1 triliun, naik 52,7 persen dari posisi Rp101,5 triliun setahun sebelumnya.
Yang menarik, di tengah ekspansi besar-besaran itu, rasio kredit macet (Non-Performing Loan/NPL) justru turun dari 0,81 persen menjadi 0,71 persen. Ini menunjukkan kualitas pembiayaan tetap terjaga.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan pencapaian ini tak lepas dari transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan. Salah satu andalannya adalah layanan Bank Emas (Bullion Services) yang kini memiliki portofolio paling lengkap di Indonesia.
"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," ujar Damar dalam pernyataan resmi.
Produk Bank Emas mencakup deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas. Pegadaian mengklaim memiliki infrastruktur paling siap, termasuk jaringan vault berstandar keamanan internasional. Faktanya, 90 persen agunan gadai di Pegadaian berupa emas.
Damar menambahkan, pihaknya berkomitmen terus menghadirkan produk yang relevan bagi masyarakat. Aplikasi Tring! disebut bakal memudahkan investasi emas secara digital.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," kata Damar.
Ke depan, Pegadaian menargetkan kontribusi lebih besar ke perekonomian nasional. Bersama Danantara, perusahaan optimistis mewujudkan misi jangka panjang "MengEMASkan Indonesia".
Kinerja semester pertama ini menjadi modal kuat bagi Pegadaian untuk melanjutkan tren pertumbuhan di sisa tahun 2026. Dengan aset yang kini nyaris Rp190 triliun, posisi perusahaan sebagai pemain utama di ekosistem emas nasional semakin kokoh.