AMBON — Harga konstruksi bangunan di Kota Ambon pada 2025 tercatat hanya 0,916 kali lipat dari harga di Kota Surabaya, berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menjadikan Ambon sebagai kabupaten/kota dengan biaya pembangunan paling rendah di Maluku.
Data BPS menunjukkan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Ambon sebesar 91,61 poin pada tahun ini. Angka tersebut menyusut signifikan dari posisi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 100,41 poin. Dalam setengah dekade terakhir, penurunan mencapai 18,59 poin.
Selain Ambon, sejumlah daerah lain di Maluku juga mencatatkan IKK di bawah 100 poin. Berikut lima daerah dengan biaya konstruksi terendah di provinsi tersebut pada 2025:
Sebaliknya, Kabupaten Maluku Barat Daya menjadi wilayah dengan IKK tertinggi di Maluku, mencapai 114,74 poin. Angka itu berarti harga konstruksi di sana 1,147 kali lebih mahal dibanding Kota Surabaya. Disusul Kabupaten Kepulauan Tanimbar (107,87 poin), Kota Tual (106,74 poin), Kabupaten Kepulauan Aru (106,59 poin), dan Kabupaten Maluku Tenggara (106,2 poin).
IKK digunakan sebagai salah satu indikator dalam perencanaan anggaran pembangunan infrastruktur, terutama untuk proyek-proyek yang didanai pemerintah pusat dan daerah. Semakin tinggi IKK, semakin besar biaya yang harus dialokasikan untuk material, upah tenaga kerja, dan logistik di wilayah tersebut. Penurunan IKK Ambon dalam lima tahun terakhir mengindikasikan adanya perbaikan rantai pasok material konstruksi atau penurunan harga bahan bangunan di ibu kota provinsi tersebut.