Dua Pelajar Ambon Lolos Paskibraka Nasional 2026, SMA Negeri 2 Ambon Cetak Rekor Tiga Tahun Beruntun

Penulis: Luqman Arif  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 15:23:11 WIB
Dua siswa kelas XI asal Kota Ambon lolos seleksi calon Paskibraka Nasional 2026 setelah melalui verifikasi BPIP.

AMBON — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Maluku, Daniel Eduard Indey, mengungkapkan bahwa seleksi tingkat provinsi diikuti 12 peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Maluku. Enam peserta dinyatakan gugur, sementara enam lainnya diusulkan ke Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk verifikasi nasional.

“Dari hasil verifikasi BPIP, dua peserta asal Kota Ambon dinyatakan lolos sebagai calon Paskibraka Tingkat Nasional,” kata Daniel di Ambon, Kamis (23/7/2026). Keduanya sama-sama duduk di bangku kelas XI SMA.

SMA Negeri 2 Ambon: Tiga Tahun Berturut-Turut Kirim Wakil ke Istana

Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi SMA Negeri 2 Ambon. Sekolah tersebut tercatat konsisten mengirimkan wakil Maluku ke tingkat nasional selama tiga tahun beruntun sejak 2024.

“Tahun 2024 yang terpilih adalah siswa putra dari SMA Negeri 2 Ambon, tahun 2025 siswi putri dari sekolah yang sama, dan tahun ini kembali siswa putra dari SMA Negeri 2 Ambon. Ini prestasi yang sangat membanggakan,” ujar Daniel.

Menurut Daniel, keberhasilan ini tak lepas dari pembinaan intensif melalui ekstrakurikuler khusus Paskibraka di sekolah tersebut. “Mereka sangat serius mempersiapkan para siswa sehingga dalam setiap seleksi, peserta dari sekolah itu menjadi yang paling banyak lolos,” jelasnya.

Pesan Gubernur: Jaga Nama Baik Maluku, Target Jadi Pembawa Baki dan Pengerek Bendera

Sebelum keberangkatan kedua calon Paskibraka ke Jakarta, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberikan pesan khusus. Ia meminta mereka menjaga nama baik provinsi, diri sendiri, dan keluarga, serta selalu berperilaku baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Jakarta.

“Harapan Pak Gubernur, peserta putri dapat dipercaya sebagai pembawa baki, sedangkan peserta putra bisa menjadi pengerek bendera, baik pada upacara penaikan maupun penurunan Bendera Merah Putih di Istana Negara,” pungkas Daniel.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top